Politik Status

oleh: Alfathri Adlin

(Manajer Redaksi Pustaka Matahari, Mahasiswa Pascasarjana STF Driyarkara, Anggota Forum Studi Kebudayaan FSRD ITB dan pengurus Studia Humanika Masjid Salman ITB).

Antusiasme masyarakat menjelang Pemilihan Presiden 2014 kali ini agaknya berbeda, terutama jika menyimak dinamikanya di jagat maya. Dalam satu…

[read more]

Pengetahuan dan Diri

oleh: Alfathri Adlin

Pernah di sebuah televisi swasta ditayangkan cerita tentang Ibrahim Al-Haqq, sufi dari Turki. Tayangan tersebut menceritakan Ibrahim yang selalu melihat seseorang di kejauhan yang berteriak-teriak: “Di mana engkau? Di mana engkau?” Semakin hari, sosok tersebut semakin terlihat dekat, bahkan terlihat di sela-sela kerumunan orang. Ibrahim semakin penasaran dan bertanya…

[read more]

Antara Suara Hati dan Suara Tuhan

oleh: Alfathri Adlin

Agen Fox Mulder melihat Romo Gregory tengah berdoa di dalam ruangan interogasi, lalu dia berkata: “Apa permohonanmu, Romo? Rahmat ataukah pengampunan? Tahukah Romo, orang-orang bilang bahwa ketika kau berbicara kepada Tuhan maka itu adalah doa, namun ketika Tuhan berbicara kepadamu maka itu adalah skizofrenia. Apa yang dikatakan Tuhan kepadamu, Romo?” Sekelumit dialog…

[read more]

Bertaruh Lewat Karya Sastra

oleh: Himawijaya

APA YANG menyebabkan karya sastra menarik perhatian banyak orang? Pertama, tentu saja karya itu diketahui khalayak. Kedua, karya tersebut mempunyai keunikan dan kekhasan, mengikuti trend zaman. Untuk yang pertama, sebuah karya sastra minimal harus diterbitkan, menjadi wacana dan perbincangan. Untuk yang kedua, karya tersebut bersifat mendobrak,…

[read more]

Desain dan Teknologi Gaya Hidup: Perangkat Elektronik Sebagai Simbol Status Sosial

oleh: Alfathri Adlin

“Saya mungkin satu-satunya tukang sabit rumput yang membawa telepon genggam (handphone),” ujar Kang Ibing dalam sebuah wawancara.1 Pernyataan tersebut terlontar sehubungan dengan pertanyaan wartawan mengenai hobinya yang unik, yaitu menyabit rumput untuk memberi makan domba-domba yang dipeliharanya. Domba—yang juga menyabit rumput—merupakan nostalgia…

[read more]

Menjadi Dungu Karena Buku

oleh: Alfathri Adlin

“Suatu malam, langkah kaki Mill terdengar di pintu,” Carlyle mengenang. “Dia masuk dengan wajah pucat dan tidak mampu berbicara; memberi tanda kepada istri saya untuk turun ke bawah dan berbicara dengan Mrs. Taylor, perempuan yang dikemudian hari dinikahi oleh Mill; dan dia melangkah maju (dibimbing oleh tangan saya, dan pandangan penuh keheranan) dengan ekspresi penuh…

[read more]

Desainer dan Tradisi

oleh: Alfathri Adlin

Kriya atau kerajinan yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia sudah cukup sering dilirik sebagai salah satu andalan komoditi non migas. Bahkan tak jarang televisi pun menyiarkan liputan tentang para wirausahawan yang menggeluti bisnis kriya dan berhasil menjangkau pasar manca negara.  Bahkan pemerintah—dengan kesungguhan yang sering dipertanyakan dan dikritik…

[read more]

Kebenaran Eksistensial

oleh: Alfathri Adlin

Tersebutlah seorang pangeran kecil dengan mahkota ajaibnya. Namun seorang penyihir jahat menculiknya, mengurungnya di menara, dan membisukannya. Dalam kurungan tersebut ada jendela berterali, dan pangeran itu membenturkan kepala bermahkotanya ke terali, berharap seseorang akan mendengar suara itu dan menemukannya. Mahkota itu membuat suara terindah yang pernah di dengar…

[read more]

Merayakan Waktu Senggang

oleh: Alfathri Adlin

Apa kiranya yang terbayangkan saat kita disodori kata “waktu senggang”? Pergi berlibur? Jalan-jalan sambil belanja di mall dan factory outlet? Pergi menonton ke bioskop? Bertamasya? Silahkan bayangkan sendiri kegiatan “waktu senggang” lainnya yang lazim bagi Anda. Namun, perhatikan lebih seksama, saat ini terlihat bahwa bayangan kita tentang waktu senggang lebih terkait…

[read more]

Tulisan, Persona, Identitas

oleh: Alfathri Adlin

Bayangkan, Anda membaca sebuah karya sastra yang indah lagi menyentuh tentang segala hal yang baik lagi puitis ihwal perempuan. Namun, penulisnya ternyata penindas perempuan. Kemudian, Anda pun sering membaca tulisan yang memikat berisi ketakziman dan keyakinan terhadap nilai-nilai kemanusiaan secara filosofis. Namun, dalam kesehariannya sang penulis ternyata sangat…

[read more]