WARISAN SEJARAH ARIANISME

 

 
   
PENULIS: 
Maurice Wiles
 
Penerjemah: Zaenal Muttaqin 
Harga: Rp.97.000,- 
Berat: 300 gr.  
Tebal: 273 hlm.
ISBN: 978-602-98762-1-5 
 

BACK COVER:

Arianisme adalah sebuah nama yang disematkan kepada ajaran seorang penatua gereja di Aleksandria, Mesir, yang bernama Arius. Posisinya dalam teologi Kristen diletakan di antara Trinitarianisme dan Unitarianisme. Sejak dinyatakan bidat dalam Konsili Nicea pada 325 masehi, Arianisme praktis tidak berkembang. Tetapi dampak dari Konsili Nicea bukan hanya dirasakan oleh Arius dan para pengikutnya, tetapi juga oleh para pemuka lainnya yang berselisih paham dengan ortodoksi Trinitarian; semua dikelompokkan sebagai ‘Arianisme’.

Dibuka dengan paparan singkat tentang Arianisme dan sejarahnya dari masa ke masa, buku ini kemudian menyajikan kajian ekstensif perkembangan Arianisme di Inggris pada abad ke-18, seiring dengan menguatnya Gereja Anglikan di Inggris dan Gereja Protestan di Eropa. Namun mengingat tidak ada satupun teks Arius yang selamat, hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan: mengapa ajaran yang serupa dengan ‘Arianisme’ dapat muncul di Inggris pada Abad Pencerahan dan melibatkan tokoh-tokoh terkemuka seperti Isaac Newton, William Whiston, dan Samuel Clarke?

Di dalam buku ini Maurice Wiles tidak hanya menyajikan pandangan teologis tokoh-tokoh Arian, tetapi juga pandangan tokoh-tokoh ortodoksi Trinitarian dan heterodoksi Unitarian yang menjadi lawan perdebatan mereka dalam polemik Arianisme. Hal ini memberi kita sebuah konstruksi yang utuh untuk memahami ajaran Kristen, khususnya terkait sejarah dan perkembangan doktrin Kristen tentang Sang Messiah, Isa Al-Masih. []